Edit Post
H. Andi Ibrahim bersama sahabatnya untuk mengadakan musyawarah kecil sesaat setelah selesai mengadakan peringatan Is’ra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, di Mushallah Darul Hikmah Sungai Jodoh, Batam. Dalam musyawarah kecil itu telah diuraikan betapa pentingnya kita harus mendirikan sebuah Yayasan Pendidikan sebagai response Umat Islam terhadap pembangunan Pulau Batam. Pada tanggal 14 Juli 1977 M / 12 Rabiul awwal 1403 H sepakat mendirikan yayasan dengan nama : YAYASAN PENDIDIKAN IBNU SINA ( YAPIS ) yang ditandai dengan ditandatanganinya Akte Pendirian Yayasan pada tranggal 25 Juli 1977 dihadapan RADEN MINARNO HARDJOKOESOEMO, SH wakil Notaris Sementara di Tanjung Pinang dengan Nomor Akte: 15 Pada tanggal 26 Juli 1977 Akte YAPIS itu didaftarkan di Kepanitraan Negara Tanjung Pinang dibawah No. DUA PULUH LIMA/1977/N.
Kota Batam merupakan salah satu area yang potensial untuk berbagai macam pembangunan, mengingat lokasinya yang sangat strategis. Kegiatan bisnis yang berlangsung di Batam menjadikan tingkat polusinya yang terus bertambah secara signifikan. Peningkatan tingkat populasi ini berpengaruh pada menignkatnya tingkat kebutuhan hidup diberbagai bidang untuk mensejahterakan masyarakatnya. Salah satu kebutuhan masyarakat yang terus meningkat adalah kebutuhan sarana pendidikan.
Yayasan Ibnu Sina memiliki sarana pendidikan dari tingkat TK, SD, SMP, SMU sampai dengan perguruan tinggi yang membutuhkan pengembangan dalam memberikan sarana dan fasilitas yang baik serta mengikuti perkembangan yang ada saat ini. Hal inilah yang mendorong Yayasan Pendidikan Ibnu Sina untuk merancang suatu konsep pengembangan pendidikan memlalui pembangunan fisik gedung sekolah dan fasilitas serta sarana pendukung pendidikan yang lain.
Kategori Post
Tampilkan Pada Slider?
Simpan Post